Kisah Jawa Nur Alam Jatuh Cinta dengan Biola

Jawa Nur Alam atau yang mempunyai artinya Jawa Sinarnya Alam, putri ketiga dari pasangan Sugeng Mulyono (56) dan Sutini (51) warga Kalijudan Surabaya, Jawa Timur, saat ini usianya menginjak umur 13 tahun. Berkat kepiawaian memainkan musik keroncong, Jawa diterima masuk SMPN 1 Surabaya, lewat jalur prestasi. Jawa kini duduk di bangku kelas VII di sekolah komplek favorit di Surabaya tersebut.

Selain musik keroncong, putri seniman perupa lokal Surabaya ini kini juga tertarik memainkan biola. Kisah Jawa jatuh cinta pada pandangan pertama dengan alat musik biola tersebut, saat dia diajak oleh sang ayah yang sedang menggelar pameran seni rupa di Balai Pemuda Surabaya.

“Awalnya saat saya kelas dua SD diajak ayah ke pameran dan ada yang bermain biola dan saya ingin bermain biola hingga sampai sekarang saya bermain biola,” ujar Jawa kepada Liputan6 di warung Rujak Cingur milik sang ibu, di Surabaya, ditulis Minggu (6/9/2020).

Dengan logat polosnya, Jawa menceritakan dirinya sejak kecil tidak tahu apa itu biola. Namun, ketika pertama kali diperkenalkan dengan pemain biola yang hadir di pameran sang ayah, Jawa pun akhirnya tahu kalau alat musik itu bernama biola.

“Dari situ saya tahu itu namanya biola. Bagaimana cara bermainnya dan cara berlatih biola dengan benar,” ucap Jawa.

Jawa juga mengaku, dia tertarik dengan biola bukan hanya karena bentuk alat musik itu lucu melainkan dia terpengaruh dengan suara musik yang keluar dari gesekan biola.

“Menurut saya biola itu adalah musik yang langkah dan saya kalau bisa memainkan biola, saya merasa senang sekali,” ujar Jawa.

“Alat musik biola itu langkah karena yang suka bermain biola itu sedikit dan musiknya kurang populer dari pada alat musik yang lain,” ia menambahkan.

Jawa yang mulai beranjak remaja ini sering latihan biola lagu klasik dan membaca not balok. “Favorit musik saya adalah musik klasik seperti musik Mozart dan Beethoven,” ucapnya.

Jawa setiap hari berlatih biola. Minimal dalam sehari dia menghabiskan waktu dua jam untuk berlatih biola di rumahnya dan dibimbing oleh sang guru.

“Dasar latihan biola biasanya Do Re Mi. Dulu sebelum ada corona, sering diundang main biola di acara pernikahan, di dalam gedung dan acara sponsor-sponsor gitu,” ujar Jawa.

Sumber: Dian Kurniawan – Liputan6 Surabaya